Senin, 23 Maret 2015

RESUME MAJELIS AYAH " Menghujamkan Tauhid ke dalam Jiwa Anak"

Sabtu, 21 Maret 2015
@AQLIslamiCenter

Oleh : Firmansyah, ayah Khanza

Narsum : Ust. Bachtiar Nasir

AKU PEDULI IMAN ANAKKU!!!

Sesungguhnya, hanya ada 2 agama di dunia ini :

1. AGAMA ALLAH : Fitrah Manusia dlm penciptaannya.
2. AGAMA ORANG TUA : Agama yg diajarkan oleh orang tua kepada anaknya.

Boleh jadi, orang tua adalah 'penjahat' pertama bagi anak manusia, krn doktrin 'agamanya' telah merusak 'agama Allah' yg telah mjd fitrah smua manusia.

Contoh :
Ortu berkata 'dahulu nenek moyangmu melakukan ...&...'
padahal hal itu bertentangan dgn 'agama Allah'
Orang tua bertanggung jawab dalam menjaga fitrah keimanan anak2nya.

AYAH adalah ORANG PERTAMA YG BERTANGGUNG JAWAB thd KEIMANAN ANAKNYA.

Maka ayah,
Jangan bosan menasehati Istrimu.
Jangan bosan menasehati anakmu

Keimanan yg bagaimana yg hrs tertanam di jiwa anak?
1. Keimanan utk selalu memeluk Islam hingga akhir hayat.
Landasan :
QS. Al Baqarah [2] : 132
"Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kcuali dlm keadaan memeluk agama Islam"

2. Keimanan thd Tuhan Yg Esa, tdk menyekutukan Allah (tdk syirik), taat & patuh hanya kpd Allah.
Landasan :
QS Al Baqarah [2] : 131
"Apa yg kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab "Kami akan menyembah Tuhanmu & Tuhan nenek moyangmu,Ibrahim,Ismail, & Ishaq, (yaitu) Tuhan Yg Maha Esa & kami hanya tunduk & patuh kpd-Nya"

Bagaimana caranya? Bagaimana metodenya?
Bagaimana langkah-langkahnya?

Perhatikan Prinsip2 Dasar Menanamkan Tauhid kpd Anak dgn Metode & Langkah2 sbb :

1. Ajarkan Iman dahulu sebelum Al Qur'an

• Abdullah bin Umar ra berkata : "Dahulu, kami mempelajari keimanan sebelum belajar Qur'an"

• Jundab Albajly : "Dahulu, ketika kami menjelang usia baligh bersama Rasulullah, kami mempelajari keimanan sebelum mempelajari Qur'an.Setelah itu, baru mempelajari Qur'an,akibatnya bertambahlah keimanan kami."

Tanya : Bolehkah anak usia dini mempelajari Qur'an / mjd hafidz atw hafidzoh?

Jawab : Boleh, asalkan jangan lupa pada esensi keimanannya mksdnya jgn sampai mengejar target utk mjd hafidz sejak usia dini, namun lupa mengajarkan keimanan kpd Allah (menanamkan tauhid) dlm jiwa anak.

Bagaimana menanamkan tauhid dlm jiwa anak?

A. Perhatikan kaedah 'Mencintai Allah krn Allah baik'

Contoh :
'Maha besar Allah yg menciptakan buah2an yg bermacam2 bentuk & rasanya'

'Betapa Allah sayang kpd kita shg kita diberi kemampuan utk bergerak'

'Maha besar Allah yg beri kita kmampuan utk mempelajari Al Qur'an'
dsb...

Jangan takut2i anak dgn murka Allah krn otak anak blm siap utk menerima itu.

Contoh :
'Kl adQ gak mau sholat,nanti adQ dimasukkan Allah ke dlm neraka,dibakar dst...'

'Ayo murajaah, kl km gak mau murajaah nanti Allah marah'

'Allah gak suka lo sama anak nakal, nanti Allah marah kl adQ nakal'
(sbenernya yg gak suka itu Allah atw ortunya? Hati2 mengatasnamakan Allah)

B. Anak2 akan mudah mencintai Allah jika banyak dikenalkan dgn ihsan (kebaikan2) Allah kpd hamba hamba-Nya, perbanyak menyebut nama Allah di telinga anak, baik dgn deskripsi maupun dlm diskusi / tanya jawab.
Bacakan ayat2 Allah yg terdapat pada ciptaan2 Allah di skitar anak.
Kaitkan semua kejadian sehari2 di skitar anak dgn kebesaran Allah.
(Stay connecting with Allah)

Contoh :
Anak sakit, JANGAN katakan:
'Ayo minum obatnya spy sembuh'
Tapi KATAKAN :
'Berdoalah kpd Allah spy sembuh, tp jg hrs minum obatnya krn Allah suruh kita utk berusaha.Kesembuhan hanya dr Allah'

Saat anak bertanya :
'Ayah, kok burung bs terbang?'

Jangan hanya katakan :
'Iya, burung bs terbang krn pnya sayap'
Tapi KATAKAN :
'Iya, Allah yg berkehendak & menggerakkan burung itu(-> tanamkan tauhid), Allah berikan sayap & beri ptunjuk utk terbang (-> tauhid & ilmiah) shg burung itu bs terbang'

Saat anak meminta sesuatu :
'Ayah, belikan aku sepeda baru'

Jangan hanya katakan :
'Iya, nanti kl ayah ada rezeki, ayah belikan'

Tapi KATAKAN :
'Iya, kita berdoa ya agar Allah berikan rezeki kpd kita shg adek bs dpt sepeda baru'

Antar anak tdr dgn nama Allah, doakan anak sesaat ktika tdr & bangunkan anak dgn penuh syukur dgn nama Allah.

2. Setelah itu langsung tanamkan 'Islam adalah Din yg Allah ridhoi'

7an utama menanamkan tauhid kpd anak adalah agar anak TAAT kpd Allah & Rosulnya.

Iman bukan hanya mengakui keberadaan Allah, namun jg TAAT pada perintah Allah.
Syetan mengakui keberadaan Allah, tp tdk taat pada perintah Allah, maka tdk bs disebut beriman.

Ajarkan Adab dlm islam.

Contoh :
'Allah perintahkan kita utk sholat'
'Sebelum makan kita berdoa'
'Rosul mengajarkan utk bicara santun'
'Rosul ajarkan kita utk sholat di awal waktu'
dsb..

Tingkatkan ketaatan anak smp pada sikap wala' & bara' -> Takut & Hanya bergantung kpd Allah
Landasan : Al-An'am : 78, Al-Mumtahanah : 4, Yunus : 41, Hud : 54 dll

Shg anak menyadari bhwa ia beribadah & melakukan smua aktifitasnya hnya krn Allah.

Jika sdh pada tingkatan , anak akan dgn sukarela belajar Al Qur'an & beribadah sesuai perintah Allah.

Mengajarkan Al Qur'an, mengajarkan adab, mengajarkan ibadah bisa dilakukan bersama2, namun tetap menanamkan tauhid tdk boleh dikesampingkan bahkan ketika anak masih dalam kandungan.

▶Mahabbah & Ittiba' Rasulullah

Obejctive :
Anak kita, blm sempurna imannya sbelum kecintaannya kpd Allah & Rasul-Nya melebihi kecintaannya kpd ortu & orang lain yg ia cintai.

Ittiba' Rasulullah :
Ali Imran : 31

Metode :
- Bimbing bershalawat sebanyak-banyaknya
- Membaca doa setelah adzan & doa2 sehari2 sesuai kebutuhan anak.
- Kisahkan ttg kehidupan pribadi Rasulullah, bacakan shiroh ttg Rasulullah.

"Rabbana hab lana min azwajina wa dzuriyatina qurrata a'yunin waj 'alna lil muttaqina imaman"

"Ya Tuhan kami, anugerahkan kpd kami pasangan kami & keturunan kami sbg penyejuk hati kami & jadikan kami pemimpin bagi orang2 yg bertaqwa'
(QS. Al Furqan : 74)

Semoga bermanfaat

Wallahu a'lam

MAJELIS AYAH Presented by Kokoh Keluarga Indonesia

Minggu, 22 Maret 2015

PasrahTakdir

Cukup bagiku
Mengejar hal yang sesungguhnya aku tak sanggup mengejarnya
Apalagi mempertahankanya
Bagiku takdirlah sebaik penentu setelah semua cara kucoba

Biarkan cerca menjadi sahabat
Biarkan  cibir menjadi teman
Karena ternyata sahabat yang kunanti takkan pernah kembali

Dia benar tlah pergi jauuuh...jauuuh sekali
Entah bagaimana cara menghapus semua kenangan bersamanya

kenangan manis saat persahabatan terjalin indah diantara kita
Seakan tak pernah terpisah lagi

Nyatanya itu semua dusta...

Aku tak percaya lagi ada persahabatan sejati...
Yang ada hanya persahabatan atas waktu...

Sahabatku...
Ijinkan kukekalkan kenangan itu
Biarkan menjadi cerita sedih tentang sahabat...

#perpisahanataspersahabatan

Rabu, 18 Maret 2015

Izinkan aku Menangis

Tak sedikit waktuku habis hanya memikirkan tentang dunia, suatu hari aku sadar bahwa ada yang membuatku terharu malam itu. Entah seperti apa mulanya, rasanya lelah sekali hari-hari yang terlalui dan hanya mengerjakan hal yang sama. Rutinitas seorang karyawan kadang memang jenuh, namun paling tidak dia alasan aku begitu mensyukurinya berada dilingkaran orang-orang yang bekerja namun selaras dengan beribadah.

Laptop yang sudah menemaniku sejak awal semester D3 hingga Allah mengijinkan aku melanjutkan ke jenjang starata, sesuatu yang amat aku inginkan sejak dahulu, inipun aku merasainya setelah penantian selama 3 tahun  lamanya dan tergolong lebih telat dibandingkan teman-teman lainnya.

Setiap hamba akan Dia uji sesuai batas kemampuannya, aku berazam memberikan perubahan pada status keluarga dan saat itu masih ada adikku, kami berdua berjanji untuk memberikan yang terbaik dan akan membuat bangga orang tua kami, namun ditengah perjalanan awal aku harus berjalan sendirian.

Takdir menginginkan hal lain atas cita-cita kami berdua, adikku lebih Dia sayang sehingga lebih awal menghadap sang pencipta dan tinggalah aku harua berjuang sendirian mewujudkan cita-cita kami.

Kadang aku berfikir mengapa harus aku sendirian ya Robb? Namun semua ini takdir Nya dan itu yang terbaik bagi kami. Tidak ada lagi teman sharing dan berbagi cerita yang biasa aku bagi untuknya, tidak juga pada satu sahabatku diapun sejalan waktu menjauh dan amat sulit kujangkau.

Tinggallah aku berdiri sendiri diatas keputusan yang kuambil, mungkin ini yang harus terjadi padaku. Sejak kecil dan belajar menjadi dewasa di Jalanan tanpa bimbingan ayah ataupun orang tua secara penuh. Dewasa yang di tempah oleh keadaan dan waktu, serta titipan do'a kedua orangtua kepada-Nya.

Malam ini aku renungkan betapa orang-orang yang aku cintai dan kasihi kini sebagian masih bersama-sama didunia, jika suatu ketika mereka atau diriku sendiri yang pergi meninggalkan dunia ini. Adakah kebaikan amal yang bisa kami bawa kehadapanNya.

Robbi...tlah Kau ajarkan aku bagaimana memanfaatkan waktu yang singkat ini, dengan kepergian ayah dan kedua adikku pada usia muda. Bukankah hidup itu amat sebentar. Jika aku tidak menyegerakan menata hidupku dan masa depanku betapa meruginya aku.

Sampai usia seperti ini, tidak banyak hal yang bisa aku lakukan. Aku merasa selalu telat dan tertinggal ya.Robbi...aku tak ingin menyesal dengan hidup yang tlah Kau anugerahkan ini, selalu dan selalu bawa dan tuntun aku kejalan yang penuh ketaatan, fastabiqhul khoirot.

Hilangkan kelemahan diri dan kemalasan, bangkitkan jiwa untuk terus meningkatkan ruhiah agar senantiasa menambahkan ghiroh seorang mujahidah. Aku harus menyelesaikan cita-cita yang pernah kami buat ya Robb. Akankah aku kuat dengan berjuang sendirian???

Sebenarnya aku tidaklah sendiri, aku yakin Kau lah yang menjadi partner terbaik kelak. Meskipun Kau tlah mengambil adik dariku diperjuangan ini, karena Kau tahu Kau akan terus bersamaku.

Ijinkan malam ini aku bersimpuh diatas sajadah ini, dengan segala keluh kesah yang nyata, tak siapapun tahu. Aku percayakan hanya padaMu muara solusi dalam setiap kelelahan, kecemasan dan penantian.

Ijinkan aku meluruhkan air mata kelemahan dalam bait-bait mantra jiwa.
Karena Kau tempat penjara jiwa yang indah
Tak berterali besi namun memasung
Tak beruang namun kadang terasa sesak

Bagai berada dalam negeri terasing meskipun sedang berada di negerinya sendiri
Tak berdaya, tak bermakna
Beginilah gambaran Jiwaku...

Jiwa yang berumah namun berpondasi rapuh
Adakah jiwa yang rela kelak menjadi pondasi kokoh  untuk menopangnya
Dalam setiap detik dan waktunya
Disepanjang kisahnya...

#Ijinkanakumenangis

Jumat, 27 Februari 2015

Cahaya Rahasia

Jingga sore itu sangat indah, berlapis lapis warnanya serta malunya mentari mulai membenamkan cahayanya.  Hamparan hijau si pematang sawah, menyegarkan pandangan mata ini.
Lantunan sholawat dan gendrang rebana menggema dari arah Masjid tanpa dinding itu, namun ia berhias hijaunya alam sekitar. Suaranya merdu dan bersemangat saat kudengar.

Sebagian santri kulihat berjubah putih, ada yang memakai sarung atau bercelana panjang, mereka adalah santri ikhwan remaja dan anak-anak di Alfatih Kaffah AFKN di bawah asuhan Ustad. FADHLAN, wajah mereka sangat khas, mereka berasal dari Indonesia timur yang kebanyakan dari daerah Papua/ Irian Jaya.

Kami disambut oleh dua santri akhwat, Indah dan Jane namanya, jika saya tidak salah mengingatnya yaa. Selesai sholat ashar kami bercerita sejenak diruang milik ustad Fadlan.
” Ustad sedang pergi, istri dan anaknya sedang mengunjungi nenek yang sedang sakit Mba”, terang Indah.

Kami cukup lama berbincang-bincang di sana, akhirnya kami memutuskan untuk segera memulai acaranya di masjid. Barisan anak-anak kecil usia 6-12 tahun duduk berbaris dengan kompak dan semangat bersholawat dan melantunkan ayat al qur’an sebagai tanda acara dimulai.

Sambutan dari Direktur Majalah Ummi sungguh membuat hatiku bergetar, saat kudengar beliau menyampaikan dengan semangat yang berapi dan getaran suaranya yang berat serta mata berkaca, kutahu beliau sedang menahan haru saat itu.

“Ketika kami datang ke sini dan kalian katakan memberikan bantuan pada kalian tapi justru kami ini yang dibantu oleh kalian semua, kami ini seolah kecil…”begitulah sedikit penggalan sambutan Ibu Direktur Majalah Ummi.

Harapan kami anak-anak papua yang terdidik disini kelak benar-benar dapat membawa cahaya bagi daerahnya disana, mereka di sekolahkan dan di kuliahkan oleh ustad Fadlan sebagian di Jakarta dan sebagian lagi di Medan, dengan berbagai minat seperti, kebidanan, keprawatan, hukum, IT, bahwa ABRI.

Mereka yang dibekali keahlian dan di landasi dasar islam yang baik, dan ditempatkan pada setiap pelosok-pelosok daerah papua. Anak AFKN optimis kelak mereka akan membawa perubahan itu di Papua, mereka akan mengubah mindset pemikiran papua (“artinya telanjang”) yang disepadankan dengan arti nama daerahnya yang negatif,  menjadi sebagai daerah pembawa cahaya rahasia yang bercita-cita menjadikan papua sebagai serambi Madinah “Allahuakhbar!!!” Aamiiinn.

Mereka rela menahan rindu yang teramat kuat pada keluarga yang ditinggalkannya dikampung halaman, demi mengemban perjuangan tegaknya cahaya islam kelak di negeri asal mereka, sungguh melihat wajah mereka yang tegar, sorotan mata yang berbinar saya optimis kelak mereka menjadi generasi yang mampu membantu negeri ini dalam perubahan yang baik. Saya malu menatap mata mereka yang begitu antusias dan sikap yang ramah dan dekat. Senyuman mereka membuat aku senang berada diantara anak-anak ini.


Warna kulit kami memang berbeda tapi iman didada telah menyatukan hati ini, selamat berjuang dalam dakwah yang panjang, doakan saudara-saudara kita yang sama perjuangannya semoga kelak Allah pertemukan kita hingga ke Jannah-Nya. Aamiiinn…

Perpisahan ini membuat ku mengambil banyak hikmah, dari pwrjalanan menuju lokasi yang cukup jauh dari tengah kota, jalan yang tidak mulus semua itu sirna tatkala melihat mereka semua ada dihadapan. Jalan yang tadinya jauh kini terasa dekat.

Terimakasih atas pertemuan dan kisah kalian yang ku dengar, semoga menjadi inspirasi dan reflekai diri ini. Agar lebih baik lagi dalam menata diri, membangun peradaban yang dimulai dari rumah sendiri, yah kelak akan kubangun peradaban kecilku dirumahku.

Semoga Cahaya Rahasia itu adlah kalian, cahaya bagi papua untuk lebih bermartabat di mata dunia.

Rabu, 18 Februari 2015

Surat Cinta Untuk-Mu

Allah....Engkau.mengujiku dengan kasihMu
Engkau membuatku mengingat atas
kejahilan, kealpaan dan kekhilafanku selama ini

Allah....benarkah ujian ini bentuk cintaMu kepada hambaMu

Allah....jika sakitku sebagai ujian
Jadikan hamba tetap optimis dengan takdirMu
Tetap tegar, tetap berprasangka baik padaMu

Kuatkan saat menahan rasa sakitku...
Jadikan tiap peluh yang menetes sebagai penggugur dosa-dosaku...
Dan jadikan sakitku sebagai bentuk pengampunanMu padaku...

Allah....Kuyakin setiap sakit akan ada obatnya
Maka hanya padaMu kesandarkan harapan itu
Karena tak siapapun yang bisa kujadikan sandaran diriku
SelainMu ya Robbul 'Izzati
Sabarkan, tabahkan, setiap kulalui sakit ini
Hindarkan aku dari rasa putus asa

Ya robb...

Palembang, 27 Desember 2012
Saat sedang merawat alm. Adik tercinta di RS. M.HOESEIN Palembang

Senin, 16 Februari 2015

Cintailah dalam Taat

- Jangan pernah membuat orang lain rindu jika kamu tidak perduli.
- Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancur kan hati nya.
- Jangan pernah membuat orang bahagia kalau semua yang kamu lakukan adalah kebohongan.
- Hal yang paling kejam yang seseorang lakukan pada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta sementara nggak punya niat untuk mencintai nya. 

Begitulah seorang pria lebih mudah mengatakan sebuah janji lalu melupakan begitu saja, sementara wanita terlalu membawanya dalam perasaan dan menyimpan janji-janjinya. Dan yang mengenaskan bagi wanita adalah hidup dalam harapan yang tak pasti karena kepikunan seorang pria atas kata-katanya, betapa wanita sering menggunakan telinga untuk mendengarkan sementara pria sebagai penebar rayuan maut yang meluluh lantakkan pendirian seorang
wanita.

Perlu diketahui, laki-laki yang pernah menitiskan air matanya untukmu mungkin dia amat tulus mencintaimu, namun jika kau melihat laki-laki menangis karena dosa-dosanya di hadapan_Nya maka dia layak menjadi Imam dalam keluarga mu. 

Lelaki sejati bukan saja menjadikanmu istri tetapi menjadikamu seorang Ibu yang shalihah bagi anak-anaknya kelak. 

Untukmu, wahai calon imamku...
Aku ingin mencintaimu dengan ketaatan.
Aku ingin menyayangimu dengan ketulusan.
Aku ingin merindukanmu dengan kelembutan.
Aku ingin selalu bersamamu hingga berjumpa kembali di jannah_Nya.
Cintailah aku karena-Nya.
Maka aku akan mencintaimu seutuhnya.

Minggu, 15 Februari 2015

Lafaz yang tersimpan

Malam...
Dinginnya menusuk hingga kejantung...
Menggigil jiwaku...
Karena derita penantian yang tak berhujung ...

Mungkinkah aku salah?menaruh harapan padanya
Salahku...mengapa percaya pada kata simpati yang akhirnya mengubah semua cara fikirku.

Aku mulai memikirkanmu...
Aku mulai merajut harapan padamu...
Aku mulai merancang peradaban kecil yang akan kubangun bersamamu...

Akankah harapanku hanya harapan hampa tanpa daya...
Mungkin karena kau tak seperti apa yang aku fikirkan

Mungkinkah kau tlah memilih yang lain untuk ditempatkan dihatimu
Maafkan segala khilaf dan salahku
Jika takdir tak berpihak atasku
Biarkan semua ini hanya ada dalam hati
Dan hanya Dia dan aku yang mengetahuinya...




Kamis, 12 Februari 2015

Angin Rindu

Aku rindu...pada sosok kalian, bercengkrama dalam teriknya matahari siang,
angin sepoy menghantarkan kesejukan udara siang ini.

Kami bertelekan dipan bambu duduk melingkar sambil menikmati santap gorengan pisang dan ubi, dalam canda yang riang setidaknya itu yang kami miliki, dalam kebersamaan keluarga yang utuh ini.

Sejalannya waktu, satu persatu meninggalkanku

Dalam peraduan asa yang kini hanya mampu ku utarakan dalam bait bait rindu.

Ayah, adik adikku telah mendahului kami sampai pada sang maha terkasih.

Tinggal kapan waktunya akupun akan kembali padaMu jua
Rindu pada kalian...
Pada kebersamaan keluarga
Pada suka dan deritanya hari..

Semua kita jalani dengan bahagia
Benarlah jika kesusahan tidak akan pernah dapat mengalahkan indahnya kebersamaan.

Aku berharap kelak kita bersama2 dalam naunganNya yang abadi, berkumpul bercengkrama dalam nada yang lebih indah

Ku pinta padaNya agar jalanku senantiasa dalam mahabbahNya
Dan kita bertemu disyurgaNya
Aku rindu kalian Bapak dan adik adikku...

Sabtu, 01 November 2014

Motivasi Titisan Kata


 Malam ini ceritanya lagi iseng bongkar-bongkar rak buku yang udah penuh eh...ketemu sama catatan ini di dalam buku merah itu. Tanpa fikir panjang langsung deh diketik ulang di blog ini:)

Ini dia beberapa kata-kata motivasi yang dibuat Titis untuk diri sendiri tentunya, dan kalau bermanfaat buat yang baca, ya silahkan saja, okeeehh langsung yaaa:



#Berfikirlah positif " Karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya".

#Buang waktu yang tidak manfaat, isi dengan yang lebih berbobot dan manfaat.

#Karena waktu bagaikan pedang yang sedikit saja kita lengah dia akan menebas habis leher kita.

#Jangan berharap selain kepada Allah SWT. "Manusia tempatnya khilaf dan alfa".

#Kamu, tak penting pusing dengan fikiran orang lain, Kamu adalah apa yang kamu kerjakan di hadapan Tuhan-Mu. cukup#


Selasa, 02 September 2014

Cinta Musim Semi

Cinta mestinya bagai sepasang sayap
yang membawa kita terbang tinggi.


Cinta mestinya bagai udara
yang membuat kita selalu memiliki harapan.


Tapi cinta juga mestinya bagai lukisan
yang tak kunjung selesai,
dengan begitu kita tak pernah meninggalkannya.

(Asma Nadia)


Membahas tentang cinta memang tidak pernah habis, dan selalu menjadi tema yang paling di gemari, cinta itu fitrah manusia tidak ada yang tahu kapan dia akan datang dan kapan dia akan pergi. Cinta itu seperti musim semi, dia datang dalam waktu tertentu dan hilang begitu saja.

Ah...cinta harusnya tidak seperti ini, dia mestinya terus mengalir bagaikan air yang mengaliri setiap sungai, bukan bagaikan matahari yang menyinari bumi lalu meredup ketika hari berganti gelap. Cinta itu harapan, harapan yang tak pernah berhenti untuk terus mencapai tujuannya.

Apa tujuan dari cinta itu?

Memiliki apa yang kau cintai?
Mencintai itu tidak mesti harus memiliki sesuatu yang kau ingini, mencintai itu menjadikan diri lebih ikhlas untuk tidak berbalas, karena cinta yang sejati hanyalah ketika kita mampu membuktikan hati menjadi berubah ke arah yang lebih baik, bukan menyiksa diri dalam belenggu cinta yang rumit dan penuh maksiat.

Apakah kau kira dengan pacaran tanpa ikatan yang halal kau bisa dikatakan sebagai orang yang mencintai, menyayangi, tidak. Karena mencintai adalah memberikan yang terbaik bagi dia ataupun dirimu untuk terhindarkan dari maksiat. Jikapun kau menyayanginya bukan berarti kau membawanya pada status yang bernama pacaran, atau TTM, atau hubungan tanpa status namun dekat. Entahlah apa sebutannya.

Arti ketika kau menyayanginya adalah dengan menjaga dia dan dirimu terhindar dari dosa, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan jika kau tak mampu menghalalkan dirinya saat ini, maka dengan meninggalkannya serta menjauhkan diri darinya adalah jalan yang terbaik, agar dapat saling menjaga diri untuk terus terpelihara izzahmu.

Seperti kisah sahabat kita ini, dia seorang ikhwan biasa yang dahulunya adalah sahabat dari seorang adik seorang akhwat teman kostnya ketika SMA di daerahnya. Lama mereka terpisah karena sama-sama merantau ke negeri seberang untuk menimba ilmu melanjutkan sekolah di perguruan tinggi. Satu ketika mereka memperoleh nomor telepon masing-masing dan saling berdiskusi  melalui sms, sekedar bertukar pengalaman, dan sharing ilmu, cukup singkat memang.

Pertemanan mereka akhirnya membuat persepsi beda buat si ikhwan, dia tertarik dengan akhwat ini karena dia tahu teman akhwatnya ini adalah salah satu teman terbaik saat di kostnya dulu, dana ikhwan ini pun berusaha mengajaknya pacaran ataupun komitmen, tetapi akhwat ini tetap dalam pendiriannya, No Pacaran beforemerriage, namun tak membuat ikhwan ini berhenti menggoda iman si akhwat.

Meskipun akhwat ini seringkali mengatakan penolakannya,namun  kenapa ikhwan ini begitu serius mengejarnya, mungkin ini bagian dari ujian dari Robbnya. Benar saja setelah akhwat ini meminta pada ikhwan ini,untuk tidak mengganggunya lagidan kembali bersahabat seperti dahulu lagi, akhirnya sedikit-demi sedikit pemahaman itu menular pada si ikhwan ini, ah...kini dia sudah terlihat mulai memahaminya.

Ah...itulah cinta;):)
Dia dibutakan dengan perasaan cintanya yang terlanjur tumbuh kepada si Akhwat, namun belum siap untuk melangkah ke pernikahan#miris. Akhwat inipun tidak tinggal diam, penolakannya disertai dengan memberikan pemahaman terhadap batasan pergaulan laki-laki dan perempuan, hingga beberapa waktu si ikhwan ini benar-benar tidak pernah menghubungi si akhwat dan mengganggunya lagi. Hingga pada suatu waktu tibalah kabar bahwa si ikhwan ini memutuskan  untuk melanjutkan kuliah S2 di perguruan tinggi ternama di salah satu pulau jawa, dan tiba-tiba mengirimkan pesan ke akhwat tersebut dengan mengatakan," Ukhti saya masih sayang dengan anti, jika saya sudah menyayangi seseorang rasanya ingin segera menikahinya namun saya harus memilih study? Maka mulai saat ini saya tidak akan menghubungi anti, dan kontak ini akan saya hapus. Saya tidak ingin jatuh cinta dan mengotori hatimu dan hatiku kini, saat ini saya hanya akan fokus dengan study S2 saya saja, maafkan saya selama ini, boleh langsung hapus kontak saya, maaf jika sudah mengganggu". Begitulah pesan terakhir sebelum kontak itu terhapus.

Alhamdulillah...

Keputusan dari  Cinta Musim seminya pun berakhir dengan kesibukannya menimba ilmu di study S2 nya, dan diapun akhirnya bisa melepaskan diri dari cinta musim seminya. Jika memang kalian berjodoh tidak perlu dengan pacaran ataupun membuat komitmen untuk memiliki orang yang kalian sayangi, tetapi dengan membiarkannya tetap menjaga izzahnya itu akan lebih mulia, namun jika memang sayang itu terlanjur tumbuh segerakan halalkan saja, namun jika belum mampu pergi dan menjauhinya dan menyibukkan diri dengan yang aktivitas lainya itu lebih memberikan manfaat.

Oke Fix ini adalah kisah salah satu cinta yang timbul hanya karena musim semi, bukan kesungguhan. Jika jodoh tidak akan tertukar, ada waktunya kalian akan dipertemukan, mungkin bukan untuk sekarang namun kelak ketika kondisi kalian semua sudah sama-sama lebih baik.

Doa terbaik...
Untukmu para sahabatku....
Jika kalian berjodoh semoga Allah pertemukan kalian dalam ikatan yang suci dan kondisi terbaik...aamiin




Kamis, 14 Agustus 2014

Siapa teman ke Syurga?

Tidak sempurna!

Kata itu yang pantas disematkan dalam diri manusia, termasuk gue. Entah berapa banyak kesalahn dan khilafan dilakukan sehingga sudah tak mampu lagi menghitung-hitung jumlahnya. Andaikan kesalahan dan dosa itu beraroma busuk, pastilah tubuh ini sudah tidak layak lagi untuk sekedar ditemani dalam duduk sharing siang ini.  Mengukur kesalahan diri memang tak mudah, tanpa membiasakan menghisab diri maka akan semakin sulit melihat kekurangan dan kesalahannya.

Tapi gue masih punya temen, sahabat yang bisa senantiasa ngingetin gue. Yah begitulah, sahabat yang baik adalah yang selalu membuat sahabatnya selamat dari arah yang salah, meskipun harus pahit dan getir menyampaikannya, nasihat yang pahit itu akan menjadi obat mujarab bagi sahabatnya bila tujuannya demi kebaikan. 

Kadang sebagai sahabat kita tidak mau jujur mengatakan hal pahit terhadap sahabat kita, padahal kita tahu teman kita itu salah. Akan tetapi teman yang baik adalah teman yang mengatakan jujur apa adanya tentang diri kita, bila benar katakan benar, bila salah katakan salah. Nah...untuk memilki teman seperti itu juga harus sedikit selektif loh, nich perhatiin deh pentingnya memilih teman dalam sebuah hadist Rasulullah Saw:
“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Jadi, teman yang baik akan mengajakmu dalam kebaikan, tetapi teman yang buruk akhlaknya akan mengajakmu pada keburukan pula.Jadi janganlah kita memudah-mudahkan diri untuk menjadikan mereka teman dekat, nah seperti kisah  Ali Bin Abi Tholib ketika ditanya: “Berapa banyak teman dekat tuan?” Ali menjawab: “Saya tidak mengetahuinya sekarang, karena saat ini dunia sedang berada di pihak saya. Semua orang (ingin menjadi) teman dekat saya. Saya baru tahu itu besok nanti pada saat dunia meninggalkan saya. Sebab sebaik-baiknya teman adalah orang yang mendekat kepada saya pada saat dunia meninggalkan saya (tidak kaya dan tidak berkuasa)”.

Tuh kalau di dunia sekarang semuanya masih baik sama kita, itu lazim ya teman!
Tapi tidak sedikit dari orang-orang sekarang niat ketika berteman  karena memiliki maksud dan tujuan, tapi ingatlah sebaik-baik niat berkawan adalah untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, kesabaran, tolong menolong  dan ikhlas karena Allah.

Sudah tahu siapa saja temanmu, pasti jawabnya "tahulah", tetapi apakah semua teman dan sahabat kita di dunia ini yakin kelak akan menjadi sahabat kita jua di akhirat?
Tidak ada yang tahu, nasib baikkah kita sehingga sampai pada syurga-Nya atau nasib burukkah sampai kelak menghantarkan kita pada Neraka? Nauzdubillah ya teman.

Gue sendiri ga tahu pasti siapa yang benar-benar tulus sahabatan, dan dengan mereka  yang dekat hanya ada maunya aj, ya berhuznudhon aj sama Allah agar selalu didekatkan pada teman yang baik, saling mengasihi dan tolong -menolong dalam agama Allah, sehingga sahabat seperti inilah kelak yang akan menolong kita hingga ke syurga-Nya.

Punya sahabat itu memang sangat membahagiakan, mereka bisa berlaku lebih dari saudara kandung sendiri, terkadang. Karena itulah sahabat sejati akan selalu beriring sejalan entah untuk berapa waktu lamanya, tetapi ga semuanya awet dalam persahabatan. Hanya persahabatan yang didasari karena Allah lah yang akan abadi mesti banyak aral rintangannya. Dan hanya semoga gue sama sahabat-sahabat gue itu bisa abadai sam

#Teruntuk Sahabat2ku yang pernah berjuang bersama dalam menyemai hidayah menjadi kenikmatan hati, maka nama kalian akan terus abadi di hati ini#

For Spesial my sister Sri Mulyati & Reka Erfinawati

Happy Wedding and semoga persahabatan kita tetap kekal hingga ke syurga-Nya .aamiin
Dan tetap istiqomah ya...

Sabtu, 02 Agustus 2014

Isyarat Cinta

Telah kusampaikan isyarat untukmu
Tentang sebuah harapan suci nan mulia
Bukan karena ingin kurendahkan izzahku
Namun tujuan mulia itulah sejatinya yang kutuju

Andai isyaratku tak mampu kau tangkap dengan baik
Tak apa, barangkali suatu masa kau akan mendapatinya sendiri
Makna isyarat yang ku sampaikan ini

Aku memintamu dalam sujud panjang yang kusemai sepanjang malam
Meski waktu tak pernah tepat mengabarkan tentangmu
Tak putus harapan bagiku dalam do'a pada-Mu

Bagiku...
Sekarang ataukah nanti
Ketika kau datang memintaku
Dan membawaku pada ikrar suci itu
Bagiku...
Sama saja, kau akan menjadi orang yang pertama
Dan terakhir  terukir nama cinta pada dinding hatiku

Tak ada kata cinta, sebelum ikrar suci terucap
Begitulah sebenar cinta yang abadi
Karena cinta tak merendahkanmu
Cinta meninggikan dan memuliakanmu

Namun kita sendirilah terkadang merendahkan diri demi cinta

Jadilah diri mulia dengan cinta yang suci



Jakarta, 02 Juni 2014
Pkl.22.45 wib

Senin, 02 Juni 2014

Rumah Dunia, membuka mataku...

Sejak ba'da subuh gue udah diribetin sama yang namanya persiapan, yah memang gue harus prepare berangkat pagi-pagi kekantor so Ummi Groupada Milad yang udah ke -25 tahun,so acara dibuat semenarik mungkin dengan memberikan satu unit mobil perpustakaan keliling beserta isinya ke Rumah Dunia Gol A Gong Serang Banten, karena gue harus ke Banten inilah gue harus ontime sampe kantor jam 7 pagi. 

Sahabat tahukan Rumah Dunia itu ? 

Atau jangan-jangan kalian ga ada yang tahu sama sekali sama yang namanya disebut di atas? Rumah Dunia??? Dari sebuah nama saja gue sudah dapat menyimpulkan banyak makna di sana, sesampainya gue di sana, benar aja gue mendapatkan hal yang amat menakjubkan buat gue. 


Melihat betapa kreatifnya orang-orang yang berada disana yah^____^ walaupun bisa dikatakan mereka berada di pinggiran kota, ingat! mereka bukan orang-orang kota seperti di Jakarta loh. Gue melihat sekeliling bangunan yang tersebar di pelataran tanah luas itu, sebuah ruangan auditorium surosowan yang cukup megah, nampak sekali baru selesai dibangun dan catnya pun masih kelihatan putih bersih, lapangan yang luas seukuran lapangan voly yah sedikit lebih lebarpun mentereng di sana. 

Ada beberapa gazebo di halaman sana, ada ruangan teater terbuka Tasikardi, balai belajar bersama, rumah Gol A Gong, galery Gol A Gong, dan taman unik yang menurut gue itu kreatif banget dan taman anak-anak seperti ayunan, perosotan dan mirip kayak permainan yang ada di play group gitu. Pokoknya yang gue lihat dari setiap sudut tempat itu adalah unik, keren banget! selama ini gue kefikiran ada tempat seperti itu, pokoknya unik banget deh. 
Dan masih ada beberapa bangunan yang nampaknya memang belum selesai untuk dibangun, masih proses pengerjaan sich, gue juga lupa bertanya bangunan itu diperuntukkan untuk apa gitu...gue juga ga tahu. 
Sampailah pada akhirnya gue terinpirasi untuk membuat tempat kreatifitas anak-anak, mungkin salah satunya akan gue adopsi dari apa yang gue lihat hari ini, gue memang punya cita-cita membuat sebuah wadah untuk para generasi muda dapat menyalurkan kreatifitas mereka agar generasi muda bangsa ini memiliki karakter yang baik dan kuat,karena kini bangsa kita terutama pemudanya sudah krisis identitas dan lemahnya moral. yah bisa dibilang begitu. 
 Seringnya gue mengamati remaja Jakarta khususnya, banyak yang udah ga beres, tapi gue itu amat lemah ketika melihat kemaksiatan di depan mata, gue cuma bisa melakukan penolakan dengan selemah-lemah iman gue, yaitu bilang dengan lantang.
" Ya Allah gue itu ga suka melihat mereka seperti itu, tetapi apalah daya gue, melihat kemaksiatan ini, bibir gue terasa kelu, tubuh seolah kaku membeku tak bergeming untuk menegur dengan lisan dan tangan sendiri, eh gue malah cuma bisa mendo'akan mereka (Ya Allah semoga next time Allah yang maha penyayang ini membukakan hati loe pade, biar pada sadar dengan apa yang loe pada lakukan itu ga sedikitpun memberikan manfaat, ga sama sekali, Semoga Allah masih maha pengasih sama loe pada ya..aaamiin), semua itu lantang gue teriakin tapiiii cuma di dalam hati gue aj,#payah..emang payah yah gue ini... 
Sahabat gue yang baek, yang ikut baca isi cerita ini, kalian adalah saksi bahwa ini ada mimpi gue yang wajib nanti loe ingetin saat gue lupa, setuju!!! #Setuju dong kan ga di suruh bayar, cuma do'ain doang kok^______&.
Gue ingin menjadi bagian dari kebangkitan bangsa ini dan kebangkitan umat islam Indonesia, nah maka dari itu gue harus punya mimpi besar dan memberikan manfaat ke orang lain.
Gue sadar betul hidup hanya sementara, nah bagaimana yang sementara itu menjadi lebih bermanfaat, dan usia gue jadi ga sia-sia kan! Sahabat yang baik,,, 
Gue minta do'anya aja, semoga Allah mudahkan dan sampaikan gue pada masa itu dan dapat mewujudkan mimpi ini. 
 Nah buat Sahabat yang udah baca tulisan gue, mimpi kalian apa??? 
 Boleh dong di share di komen ini:):) 
 "Hidup hanya sekali, buatlah menjadi berarti".
(Titisan Kata) 
 Fikirkanlah hal apa yang membuat kamu bisa hidup lebih lama dari usiamu???

Jumat, 02 Mei 2014

Kuatkan Kami

Buatku Ukhuwah ini amat indah, seindah cakrawala yang bersinar, bersamaan bersama-sama kalian disini. mengingatkanku pada haru biru  dalam perjuangannya, tidak dapat kuungkapkan dalam kata-kata lagi, bahwa ku amat merasakan manisnya cinta dalam ukhuwah ini diantara kita saudari saudaraku.


Namun jujur ketika satu diantara kita harus meninggalkan ataupun mundur secara perlahan cukup membuatku terpukul dan hancur. Tidak baik memang memiliki sikap seperti ini, namun tahukah kau saudari/aku...apalah artinya persaudaraan ini semua kawan, jika diantara kita tidak adanya rasa memilki, mendahulukan ego, ataupun bersikap keras dan tidak melihat betapa terseok-seok saudara-saudarimu yang lain  menanggung amanah itu?, padahal jika kita melangkah beriringan, berat sama dipikul, ringan sama di jinjing insyaalloh semuanya akan terasa amat ringan.

Robb...Andai saja saat ini aku boleh mengeluh padaMu, aku lelah bukan karena lelah berjuang akan tetapi lelah dengan kondisi mereka yang melemah dalam perjuangan ini, sehingga aura negatif itupun datang menghampiri jiwaku yang amat rapuh, menyusuf dengan cara yang halus. Namun amat memperdaya semangatku yang kubangun dengan susah payah.

Wahai mujahid- mujahiddah janganlah kau jadi penyebab lemahnya iman saudaramu dalam perjuangan ini, jadilah sosok yang bertahan meski harus mengorbankan darahmu hingga tetes penghabisan. Percayalah tidak ada yang sia-sia pada pandangan Allah, semua yang kita peroleh baik ujian maupun kesenangan itu pasti terdapat hikmah hidup yang baik, bagi orang-orang yang mau berfikir dan meminta petunjukNya.




Mainstreamming jiwa Ksatria

Mainstreamming jiwa Ksatria: Keindahan Hukum di Zaman Umar

Izinkan menceritakan tentang sebuah kisah
keagungan dan keindahan hukum. Agar
tetap terjaga harap dan sangka baik untuk
negeri ini. Umar sedang duduk beralas
surban di bebayang pohon kurma dekat
Masjid Nabawi. Sahabat di sekelilingnya
bersyura' (rapat) membahas aneka soal. Tiga orang
pemuda datang menghadap, dua
bersaudara berwajah marah yang mengapit
pemuda lusuh yang tertunduk dalam
belengguan mereka.

"Tegakkan keadilan untuk kami, hai Amirul
Mukminin," ujar seorang. "Qishashlah
pembunuh ayah kami sebagai had atas
kejahatannya!"

Umar bangkit. "Bertakwalah kepada Allah,"
serunya pada semua. "Benarkah engkau
membunuh ayah mereka wahai anak
muda?" selidiknya.

Pemuda itu menunduk sesal. "Benar wahai
Amirul Mukminin!" jawabnya ksatria.
"Ceritakanlah pada kami kejadiannya!" tukas
Umar.

"Aku datang dari pedalaman yang jauh,
kaumku memercayakan berbagai urusan
muamalah untuk kuselesaikan di kota ini,"
ungkapnya. "Saat sampai," lanjutnya,
"kutambatkan untaku di satu tunggul kurma
lalu kutinggalkan ia. Begitu kembali, aku
terkejut dan terpana. Tampak olehku
seorang lelaki tua sedang menyembelih
untaku di lahan kebunnya yang tampak
rusak terinjak tanamannya. Sungguh aku
sangat marah dan dengan murka kucabut
pedang hingga terbunuhlah si bapak itu.
Dialah rupanya ayah kedua saudaraku ini."

"Wahai Amirul Mukminin," ujar seorang
penggugat, "kau telah mendengar
pengakuannya dan kami bisa hadirkan
banyal saksi untuk itu."

"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal
yang lain. Umar galau dan bimbang setelah
mendengar lebih jauh kisah pemuda
terdakwa itu. "Sesungguhnya yang kalian
tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya,"
ujar Umar, "dia membunuh ayah kalian
karena lhilad kemarahan sesaat."

"Izinkan aku," ujar Umar, "meminta kalian
berdua untuk memaafkannya dan akulah
yang akan membayarkan diyat atas
kematian ayahmu."

"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua
pemuda dengan mata masih menyala
merah, sedih dan marah,"kami sangat
menyayangi ayah kami. Bahkan harta
sepenuh bumi dikumpulkan untuk kami, hati
kami hanya ridha jika jiwa dibalas dengan
jiwa!"

Umar yang tumbuh simpati pada terdakwa
yang dinilai amanah, jujur dan bertanggung
jawab tetap kehabisan akal yakinkan
penggugat.

"Wahai Amirul Mukminin," ujar pemuda
tergugat dengan anggun dan gagah,
"tegakan hukum Allah, aku ridha pada
ketentuan Allah," lanjutnya, "hanya saja
izinkan aku menunaikan semua amanah
dan kewajiban yang tertanggung ini."

"Urusan muamalah kaumku, berilah aku 3
hari untuk selesaikan semua. Aku berjanji
dengan nama Allah yang menetapkan
qishash dalam AlQuran, aku akan kembali 3
hari dari sekarang untuk menyerahkan
jiwaku."
"Mana bisa begitu!" teriak penggugat. "Nak,"
ujar Umar, "tak punyakah kau kerabat dan
kenalan yang bisa dilimpahi urusan ini?"

"Sayangnya tidak Amirul Mukminin.
Bagaimana pendapatmu jika kematianku
masih menanggung utang dan amanah
lain?"

"Baik," sahut Umar, "kau memberi tangguh 3
hari tapi harus ada seseorang yang
menjaminmu bahwa kau menepati janji
untuk kembali."

"Aku tidak memiliki seorang kerabat di sini.
Hanya Allah yang jadi penjaminku wahai
orang-orang yang beriman kepada-Nya,"
rajuknya.

"Harus ada orang yang menjaminnya!" ujar
penggugat, "andai pemuda ini ingkar janji,
siapa yang akan gantikan tempat untuk
diqishash?"

"Jadikan aku penjaminnya, hai Amirul
Mukminin!" sebuah suara berat dan
berwibawa menyeruak dari arah hadirin. Itu
Salman Al-Farisi.

"Salman?" hardik Umar, "demi Allah engkau
belum mengenalnya! Jangan main-main
dengan urusan ini! Cabut kesediaanmu!"

"Pengenalanku kepadanya, tak beda dengan
pengenalanmu ya Umar," ujar Salman, "aku
percaya kepadanya sebagaimana engkau
memercayainya."

Dengan berat hati, Umar melepas pemuda
itu dan menerima penjaminan yang
dilakukan oleh Salman baginya. Tiga hari
berlalu. Detik-detik menjelang eksekusi
begitu menegangkan. Pemuda itu belum
muncul. Umar gelisah mondar mandir.
Penggugat mendecak kecewa. Semua
hadirin sangat mengkhawatirkan Salman.
Sahabat perantau negeri, pengembara
iman itu mulia dan tercinta di hati Rasul dan
sahabatnya.
Mentari nyaris terbenam. Hadirin sangat mengkhawatirkan Salman.
Sahabat perantau negeri, pengembara
iman itu mulia dan tercinta di hati Rasul dan
sahabatnya.
Mentari nyaris terbenam. Salman dengan
tenang dan tawakal melangkah siap ke
tempat qishash. Isak pilu tertahan.Tetapi
sesosok bayang berlari terengah dalam
temaram,terseok&nyaris merangkak.
"Itu dia!"pekik Umar..

Pemuda itu dengan tubuh berkuah peluh
dan nafas putus-putus ambruk di pangkuan
Umar.."Maafkan aku," ujarnya,"hampir
terlambat..
Urusan kaumku memakan
banyak waktu..
Kupacu tungganganku tanpa
henti hingga sekarat dan terpaksa kutinggal
lalu aku berlari.."

"Demi Alloh,"ujar Umar sambil
menenangkan dan meminumi,"bukankah
engkau bisa lari dari hukuman ini?
Mengapa
susah payah kembali?"

"Supaya jangan sampai ada yang
mengatakan,"ujar terdakwa dalam senyum,"di kalangan Muslimin tak ada lagi ksatria
tepat janji.."

"Lalu kau,hai Salman," ujar Umar berkaca -kaca,"mengapa mau jadi penjamin
seseorang yang tak kaukenal sama sekali!"

"Agar jangan sampai dikatakan,"jawab
Salman teguh,"di kalangan Muslimin tak
ada lagi saling percaya&menanggung
beban saudara.."

"Allahu Akbar!"
pekik dua pemuda
penggugat sambil memeluk terdakwanya,"Alloh&kaum Muslimin jadi saksi bahwa
kami memaafkannya.."

"Kalian memaafkannya?"
Umar makin haru,"jadi dia tidak diqishash? Allahu Akbar!
Mengapa?"

"Agar jangan ada yang merasa,"sahut
keduanya masih terisak, "di kalangan kaum
Muslimin tak ada lagi kemaafan&kasih
sayang.."

Ust.salim

#semoga kisah diatas bukan cuma catatan sejarah masa lalu, tapi akan terus berulang di setiap zaman. Aamiin.

Kamis, 01 Mei 2014

Kesabaran

Terbaring lemah selama 2 hari di rumah saja sudah membosankan, apalagi harus berlama-lama di rumah sakit. Ya ghofur banyak dosa yang telah hamba lakukan baik bagimu maupun terhadap diriku sendiri.

Nikmat sehat-Mu yang sering terlupakan, entah karena angkuhnya diri atau memang sifat khilafnya manusia yang lekat padaku, sehingga aku jarang menyadari akan arti nikmat sehat itu.

Sakit yang kurasa memang tidaklah seberapa sakit seperti yang mereka rasakan di luar sana, mereka merintih kesakitan menahan pedihnya penyakit yang Engkau berikan.

Masih bersyukur hamba padaMu ya Robb, Kau masih menyayangiku dengan caraMu yang lembut pula. Aku yang lemah lagi mudah mengeluh ini ya Robb ampunkanlah, hilangkan segala kelemahan diri, kemalasan diri, hilangkan segala macam penyakit hati yang bersemayam dalam diri, aku ingin aku kembali bersih ya Robb, biarkan sakit ini jika memang menjadi penggugur dosa dan pembersihan jiwa. Aku ridho ya Robb, sepenuhnya aku ridho asalkan setelah ini aku memiliki jiwa dan fisik yang lebih tangguh dan baik lagi untuk menjadi hamba-hamba pilihanMu.




KHUF (Mengusap) pada Muslimah/Muslim

Kaos kaki, bagi seorang muslimah, adalah sebuah kebutuhan. Dengan benda ini, mereka menutup kaki yang merupakan aurat. Dan merupakan hal yang ma’ruf bahwa definisi aurat adalah area yang tak boleh dilihat dan disentuh oleh non mahram.
Islam adalah agama yang mudah dan praktis. Ketika seorang muslimah berada dalam keadaan suci tak berhadats atau telah berwudhu dan mengenakan kaos kaki lalu berhadats maka saat berwudhu kembali seorang muslimah (termasuk muslim) diperbolehkan untuk tidak melepaskannya saat wudhu.
Tentang kebolehannya, tidak ada perbedaan pendapat para ulama dalam hal ini dan ini memang disyariatkan berdasarkan nash al-Qur’an, as-Sunnah dan ijma para ulama.[1]
Ibnul Mubarak mengungkapkan:
ليس في المسح على الخفين بين الصحابة اختلاف, هو جائز
“Dalam tema mengusap khuf, tidak ada perbedaan pendapat di antara para sahabat. Mengusap khuf diperbolehkan.”[2]
Imam Ahmad menuturkan:
ليس في نفسي من المسح شيء, فيه أربعون حديثا عن النبي
“Dalam pandangaku, tak ada masalah dalam mengusap (khuf). Ada 40 hadits dari NAbi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hal ini.”[3]
Bagian Mana yang Harus Diusap?
Ini adalah tema penting yang mesti diketahui karena bagian inilah yang merupakan bagian aplikatif.
Sedikit mengetengahkan pendapat para ulama pada catatan ini, Ibnu Rusyd rahimahullah dalam kitabnya yang fenomental yaitu Bidayatul Mujtahid menyebutkan ikhtilaf ulama.
Pendapat Pertama:
Bagian yang wajib diusap adalah bagian atas khuf. Mengusap bawahnya adalah mustahab. Pendapat ini dipegang oleh Malik, as-Syafi’i dan yang lain.
Pendapat Kedua:
Bagian yang wajib diusap adalah bagian atas dan bawahnya sekaligus. Inilah pendapat yang dipegang oleh Ibnu Nafi’ dan sahabat Malik.
Pendapat Ketiga
Bagian yang wajib diusapkan adalah bagian atas saja. Bagian bawah tidak diusap dan tidak pula disunnahkan.
Inilah pendapat yang dipegang oleh imam Abu Hanifah, Daud, Sufyan dan lain-lain.[4]
Para ulama menegaskan bahwa pendapat yang ketiga lebih mendekati dalil-dalil yang ada.
Sahabat al-Mughirah menuturkan:
رأيت رسول الله مسح على ظهر الخفين
“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap bagian atas Khuf.”[5]
Sahabat ‘Ali radhiyallahu ‘anhu menuturkan:
لو كان الدين بالرأي لكان أسفل الخف أولى بالمسح من أعلاه لقد رايت رسول الله يمسح على ظاهر خفيه
“Sekiranya agama ini adalah dengan akal semata maka tentu bagian bawah khuf lah yang lebih utama untuk diusap disbanding bagian atasnya. Sungguh aku telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap bagian atas khufnya.”[6]
Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin mengungkapkan:
“Diantara petikan hadits di atas bahwa yang diusap adalah bagian atas khuf. . .”[7]

Bagaimana Cara Mengusapnya?
Tata cara mengusapnya tentu bukan dengan mencolek atau sebatas menempel/meletakkan tangan saja. Para ulama telah menjelaskan dengan sederhana. Begitu mudah.
Syaikh Shalih ibn Fauzan menjelaskan caranya:
1. Meletakkan telapak –sekaligus jari- yang telah dibasahi dengan air di atas jari-jari kaki.
2. Tangan kanan diletakkan di atas jemari kaki kanan. Tangan kiri diletakkan di atas kaki kiri.
3. Kedua tangan digerakkan atau disapukan hingga bagian atas yaitu punggung pergelangan kaki atau betis.
4. Pengusapan dilakukan sekali saja. Tak perlu diulang.[8]

Apakah Diusap Bersamaan atau Bergantian?
Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin mengungkapkan bahwa sebagian ulama menyatakan usapan pada kaki kanan dan kiri dilakukan bersamaan. Sebagian yang lain menyatakan bahwa ini dilakukan bergantian. Usapan kaki kanan didahulukan sebelum kaki kiri. Beliau juga menyatakan bahwa permasalahan ini “waasi’un” artinya diberi kelapangan dalam memilih, tak terlalu dipermasalahkan.[9]

Kesimpulan:
1. Bagian khuf/sepatu/kaos kaki dan sejenisnya yang diusap adalah bagian atas saja.
Pendapat yang me-mustahab-kan bagian bawah adalah pendapat Malik dan as-Syafi’i. Pendapat ini lemah dan didasari sebuah hadits lemah dari sahabat al-Mughirah.
Beliau, al-Mughirah, mengisahkan:
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu kemudian mengusap bagian bawah khuf dan atasnya.”
Hadits ini adalah hadits lemah yang di-ilal-kan oleh Ahmad, al-Bukhariy, Daruquthniy dan Ibnu Hajar.[10]
2. Tata cara pengusapannya adalah seperti yang disebutkan Shalih ibn Fauzan di atas.
3. Pengusapan dilakukan sekali saja tanpa pengulangan.
4. Pengusapan bisa dilakukan bersamaan atau bergiliran dengan mendahulukan usapan kaki kanan.
_____
Referensi:

1. Kitab Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd, Dar Ibn Hazm, Mesir
2. Fath Dzil Jalal wal Ikram, jilid 1, karya Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, al-Maktabah al-Islamiyyah, Mesir
3. kitab Mulakhkhas al-Fiq-hiyy karya syaikh Shalih ibn Fauzan, Dar A’lam as-Sunnah, Riyadh
4. kitab Shahih Fiqh as-Sunnah karya syaikh Abu Malik Kamal ibn as-Sayyid Salim, al-Maktabah at-Taufiqiyyah, Mesir.
____
End Notes:
[1] Lihat kitab Fath Dzil Jalal wal Ikram, hal 220, jilid 1.
[2] Al-Ausath I/434. Lihat kitab Mulakhkhas al-Fiq-hiyy, hal 28
[3] Al-I’lam Bifawa-id ‘Umdah al-Ahkam I/615. Lihat kitab Mulakhkhas al-Fiq-hiyy, hal 28
[4] Lihat kitab Bidayatul Mujtahid, hal 21.
[5] Hadits hasan diriwayatkan Abu Daud no. 161, Tirmidziy no. 98 dan yang lain.
[6] Hadits shahih diriwayatkan Abu Daud no. 162, Daruquthniy no. 73 dan Baihaqiy 2/111. Lihat Irwa’ no. 103
[7] Lihat kitab Fath Dzil Jalal wal Ikram, hal 225, jilid 1.
[8] Lihat kitab Mulakhkhas al-Fiq-hiyy, hal 30.
[9] Lihat kitab Fath Dzil Jalal wal Ikram, hal 226, jilid 1.
[10] Lihat takhrij lengkap hadits ini pada catatan kaki nomor 1 dalam kitab Fath Dzil Jalal wal Ikram, hal 224, jilid 1
_______
Diselesaikan di waktu dhuha yang sejuk. Asrama Lipia Jakarta, 12 Maret 2014.
Penyusun: Fachriy Aboe Syazwiena

Kamis, 03 April 2014

Impian

Beberapa hari lalu aku baru saja memikirkan sesuatu, bisa dibilang sich ini adalah impian terdekat yang ingin segera diwujudkan. Alhamdulillah satu minggu baru tersirat saja langsung Allah kabulkan.

Luar biasa kuasa_Nya.

Impian ini terlihat seperti mustahil terjadi, namun semuanya akan menjadi kenyataan tatkala kita yakin Allah akan membukakan jalan untuk usaha dan do'a-do'a kita. Terdekat saat ini adalah mengikuti jejak Rasululloh SAW dengan berdagang, memiliki usaha mandiri yang sukses, terus belajar membenahi lafaz Al-Qur'an dengan tahsin lalu tahfizh Qur'an, belajar bahasa yang dicintai Rasululloh yaitu bahasa Arab dan menapaki jejak kehidupan ini bersamamu "Membangun Rumah Sakinah Bersamamu".

Hidupku seperti yang pernah kuikrarkan pada diriku sendiri, bahwa hidupku akan ku berikan untuk Dakwah Islam ini. Menebar cahaya kebaikan mesti itu terlihat sangat kecil, tapi di Bumi ini  aku hanyalah hamba yang diperintahkan untuk beribadah kepada-Mu.

Pasca eforia pengumuman kelulusanku dengan grade A, sujud syukur pada-Mu ya Robb yang memberikan kesempatan yang tepat untuk aku mencapainya, Nilai IPK yang semula anjlok dan hampir-hampir tak bisa untuk mengajukan TA, tetapi aku tidak serta merta santai dan hanya berdo'a saja, namun kuingat 4 hari perjuangan mengikuti ujian HER 10 matkul, masing-masing hari memperoleh 2-3 mata kuliah her.

Bismillah...4  hari ini adalah penentu aku bisa lulus tahun 2014 atau menunda, dana akan menjadi hal yang paling pahit buatku jika itu benar terjadi. Setelah selesai dan pengumuman nilai akhirnya aku berhak mengikuti bimbingan Tugas Akhir, 1bln bab 3 ga selesai-selesai, mentok, fikiran maju mundur dan nyaris putus harapan.

Di saat resah melanda, galau menyelimuti hati, dan hilangnya sikap optimis, maka ikhtiar dan berdo'a serta tawakal adalah solusi yang paling tepat, mendekat pada-Nya lebih intens dengan hiasan do'a khusyu' dan syahdu lalu tanamkan keyakinan Allah akan bantu kesulitanku. Alhamdulillah kk tinggakatku menawarkan  untuk membantu dan menjadi teman sharring menyelesaikan TA ku yang mentok.

 Sudah 2 minggu selesai, sidang dan hasilnyapun sempurna dengan grade A, sujud syukur dan tetap memikirkan nilai IPK yang masih kurang. Alhasil aku mengikuti HER untuk mengejar layak wisuda tahun ini.
Atas ijin Allah SWT semuanya dapat kulalui, ujian dan gangguan-gangguan segera ku hempaskan dari diri, karena " Jika kita keras terhadap diri sendiri maka dunia akan melunak". Kerja keras, cerdas dan disiplin.

Akhirnya impian terdekat dapat Wisuda th. 2014 sudah ceklist, dengan grade A ceklist.

Sulit memang teman-teman mempercayai aku telah sidang dan  wisuda, yang mereka tahu aku sempat tidak terlihat di kampus lama sekali, 2 bulan aku tidak melakukan aktivitas kuliah sedikitpun, hampir ingin cuti karena sudah banyak mata kuliah yang ketinggalan dan sedih melihat angka yang nasakom(nasib satu koma) IPK segitu kan sulit  dan bahkan ga bisa ikut TA. Tapi berkat usahaku yang keras terhadap HER,  pas-pasan untuk mengajukan TA tak apa masih ada kesempatan, lanjutkan!

Sejak aku berfikir harus lulus maka segala cara dan solusi kita coba, ternyata Allah menjawab semua do'a-do'aku. Jadi sekarang aku tidak takut untuk bermimpi jauuuuuh lebih tinggi lagiiiiii!

Semua akan ada waktunya, mulailah dari sekarang, dari diri dan terus menerus mengembangkan diri, insyaalloh bisa ceklist mimpiku berikutnya.

Sabtu, 01 Februari 2014

Kisah Inspiratif "Wanita Buta"

Hari ini rencananya aku akan menyampaikan materi tentang aklahk cermin kepribadian pada adik-adik mentoring di kampus BSI, karena materinya tentang akhlak maka aku mencari materi tambahan tentang akhlak rasul Muhammad untuk dijadikan contoh dan  teladan utama bagi hamba-hambanya. Akhirnya aku menemukan sebuah kisah Rasul SAW yang sangat menarik, hingga tak terasa berderaianlah liangan air mata ku saat menyelesaikan bacaan tentang kisahnya, singkat kisahnya seperti ini.

Datang kepada Rasul seseorang  yang menanyakan kepadanya, " Ya Rasul, beritahulah kami siapa orang yang sangat kau cintai?" Rasulpun menjawab" Aisyah", lalu dia menanyakan kembali," Siapakah orang yang paling kau cintai dariseorang  laki-laki?" Rasul menjawab " Ayahnya, Abu Bakar As Siddiq ra." Lelaki utama dari kalangan umatnya yang paling utama yang telah menemani Rasul hijjrah di dua tempat,  Madinah dan Mekkah. Yang telah berjihad menginfaqkan hartanya untuk fi sabilillah, yang menempatkan beliau menjadi imam dalam mensgolatkan Rasululloh saat wafat, dan kelak Syurga terluas adalah milik Abu Baka As Siddiq ra.

Suatu ketika Abu Bakar ra. tercenung seorang diri lalu menanyakan kepada putrinya, Aisyah," wahai Aisyah adakah amalan Rasul ketika masih hidup yang belum pernah aku lakukan?"
Asiyah ra. berfikir sejenak lalu berkata," Rasululloh SAW selalu memberi makan kepada seorang wanita Yahudi yang buta di sudut Pasar setiap hari".

 Maka Abu Bakar ra.pun segera mengecek dan benar disana terdapat seorang wanita tua rentah yang buta di sudut pasar, segera ia memberikan makanan pada wanita itu, saat itu Abu Bakar ra. amat terkejut terhadap sumpah serapah si wanita Yahudi ini, ternyata wanita ini amat membenci Rasululloh SAW, ia menghasut dan membicarakan keburukan Rasul kepada penghuni pasar agar tidak ada yang mau mengikuti ajarannya, Abu Bakar kini baru tahu betapa Rasululloh bersabar terhadap orang yang membencinya ini, dan beliau tetap memberikannya makanan padanya tanpa memperdulikan cacian dan perkataan  buruk wanita tentangnya.

Setelah wanita tua itu memasukkan makanannya, Abu Bakar ra di kejutkan dengan amarah wanita tua ini," hai kamu siapa? kamu bukanlah orang yang biasa memberiku makanan". Abu Bakar ra. terkejut," Dari mana kamu tahu aku bukanlah orang yang biasa memberimu makan?". Wanita ini menjawab," Karena makanan ini tidak kau haluskan dahulu, biasanya dia menghaluskan terlebih dahulu makanan yang akan di berikan padaku, karena dia tahu bahwa gigiku sudah tidak sanggup mengunyah makanan lagi". Abu Bakar ra. sampai meneteskan air matanya, mengingat betapa mulianya akhlak kekasihnya itu Rasulullloh kekasih Allah, walaupun dia harus mendengar hinaaan setiap hari tentangnya dari wanita ini, tetapi tidak sedikitpun rasul membenci justru perlakuan terbaik beliau berikan pada wanita tua ini," Wahai perempuan yang buta, ketahuilah orang yang biasa memberikan suapan makanan kepadamu telah meninggal beberpa hari yang lalu, aku adalah sahabatnya, dan Dialah Muhammad SAW yang setiap hari bersabar menyuapkan makanan untukmu meskipun cacian dan hinaan terlontar dari mulutmu".

Akhirnya, wanita ini menangis menyesali perbuatannya karena belum sempat meminta maaf kepada Rasululloh SAW, pada saat itu lah dia menyatakan masuk islam dan bersyahadat di hadapan Abu Bakar ra. dan menjadi wanita yang  taat beribadah.


Subhanaalloh kisah ini amat menginspirasiku, tentang ketulusan dan keihlasan dalam berbuat.

#Allah tidak melihat siapa yang kita bantu akan tetapi Alllah akan menilai keikhlasn dan ketulusan hati kita dalam beramal.
 

Kembali 5.000,-


Sebelum dhuhur tiba gue udah sampai rumah,  sedih melihat Emak gue masih terbaring lemah di tempat tidurnya, akhirnya sorenya gue bawa Emak ke dokter praktek langganan keluarga, yang biasa kita kunjungi kalo ada salah satu yang sakit dari keluarga kita. Sudah 2 kali balik tetapi rumah prakteknya masih tutup, akhirnya gue putusin untuk mencoba ke klinik baru deket lingkungan gue, alhamdulillah masih buka dan gue lihat baru saja ada pasien yang keluar selesai berobat.

Ada seorang pemuda yang menegur 
"Mau berobat mba, siapanya?"
"Ibu saya" jawab gue
Begitu masuk kami disambut hangat oleh seorang dokter muda laki-laki, setelah di periksa dengan baik dan resep obat di buatkan gue dan Emak pergi ke bagian apoteker, gue temui orang yang pertama tadi menegur pas gue masuk klinik itu, sumpah gue ga berani ngelihat mukanya dia, subhanaalloh handsome dia itu artis yang siapa itu namanya" kholidi Abdullah Azam film ketika cinta bertasbih itu loh" tetapi dia ga cubbi sich, cakepan Kholidi tapi banyak dia dikit sich. 

Demi menjaga hati, gue sengaja sibuk  sambil membaca buku yang kebetulan sedang gue bawa. Jadi ngomong  ma dia juga dengan menunduk, ya Rob selamatkan hati ini dari hal-hal yang buruk, aamiin#apasich
"Mba ada 5.000an?"tanyanya
"Ga ada mas" jawabku
"Ya udah Mba di bawa saja, ini kembaliannya" sambil menyerahkan uang 50.000an.
"loh kok,,,beneran Mas ini ga apa-apa? terimakasih banyak ya". jawab gue.

Akhirnya gue dan emak pun balik arah terus pulang. Ini percakapan di klinik deket rumah gue, saat itu gue lagi menghantarkan Emak yang sakit, eh ternyata ketemu sama pemeran film Ketika Cinta Bertasbih " Mas Azam" tapi kok dia beralih profesi ya sekarang, jadi seorang apoteker gitu, eh seriously. Saking ga beranii melihat mukanya, tapi pas ngasih kembalian akhirnya jelas juga gue lihat wajahnya, astagfirulloh ternyata dia bukan "Mas Azam" film KCB,  hanya saja wajahnya memang mirip.

Gara-gara kembalian 5.000 nya ga ada, akhirnya gue dapat diskon dan bisa menyadari kalau dia bukan mas azam film KCB. wkwkwk...


#Adakalanya hati menjadi liar, akibat mata yang terlalu agresif. Maka kendalikanlah mata agar hatipun selamat. Menundukkan mata saja tidak cukup menentramkan hati, akan tetapi ketika hati telah menundukkan nafsu maka selesailah semua persoalan.
 (Titisan Kata)